Latest Post
Tampilkan postingan dengan label berita budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita budaya. Tampilkan semua postingan

Puisi Untuk Indonesia Lebih Baik

Written By RUMAH PENDIDIKAN on Senin, 09 Januari 2012 | 17.12

PERFORMANCE puisi dengan mengusung tema, 'Untuk Indonesia Lebih Baik". Itulah harapan semua orang, begitu juga dengan gerakan kemahasiswaan terutama gerakan Himpunan Mahasiswa Islam. Tepat malam jum’at kemarin Lembaga Pers Mahasiswa Islam Cabang Semarang bersama Rumah Pendidikan Sciena Madani dan WB Community mengelar Performance Puisi dan Bedah buku (HMI; Pemikiran dan Gerakan Intelektual).
Di pandu oleh Direktur Lapmi Cabang Semarang Ahmad Subkhi acara ini dibuka dengan Perfomance Puisi dari perwakilan komunitas termsuk salah satunya dari Komunitas Pawon saudara Kukuh. Dilanjutkan dengan bedah buku menghadirkan dua pembicara dari penulis buku tersebut yakni Ahmad Sahid dan Darwin

Mendongeng Bangun Karakter Anak

Written By RUMAH PENDIDIKAN on Senin, 02 Januari 2012 | 17.58

TRADISI atau kebiasaan mendongeng ditenggarai sudah lama ditinggalkan. Tergantikan “sihir” teknologi. Padahal manfaat mendongeng ampuh untuk menanamkan nilai moralitas pada anak.
Menurut Widyo Leksono seniman senior asal Semarang, dongeng dianggap sebagai salah satu media yang cukup efektif dalam membangun karakter, kepribadian maupun kecerdasan anak. “Melalui media dongeng yang dilakukan sebelum anak tidur dapat ditanamkan nilai kejujuran, percaya diri, sopan santun, setia kawan, tanggung jawab dan sebagainya kepada anak,” jelasnya, kemarin.

Sastrawan Pemula Terjebak Diksi Rumit

PERKEMBANGAN sastra saat ini cukup melaju pesat. Terlebih didukung dengan adanya pemanfaatan media internet, khususnya Facebook. Setiap orang seolah olah bisa menjadi “sastrawan” dengan gampang. Namun intensitas menulis beberapa komunitas sastra patut mendapat apresiasi.
 Agustina Novitasari Ketua Komunitas Sastra Teater Beta Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang mengatakan, secara mandiri komunitas yang digawanginya mampu menerbitkan sebuah buku dalam label antologi puisi. Buku terakhir berjudul “Fragmen Rindu” yang di dalamnya menampilkan lima sastrawan muda, Misbakhul Munir, Dwi Royanto, Abdul Wahib,  Devi Masfiyatussa'adah dan Istirokhah Roro. “Ini sebagai hadiah harlah Teater Beta ke-26,” katanya

Mengetik Cerpen di Balaidesa

Written By RUMAH PENDIDIKAN on Minggu, 01 Januari 2012 | 22.59

Mengenal Nh. Dini
KISAH kepenulisan sastrawan, novelis, peraih penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand, asal Kota Lumpia ini teramat sangat berliku. Penulis yang lahir di Kampung Sekayu, Semarang Tengah, pada 29 Februari 1936 ini mengaku mulai tertarik menulis sejak kelas tiga SD.

“Semasa kecil, setiap kali melihat aktifitas menarik di lingkungan, selalu saya tulis. Belum ada komputer, adanya mesin ketik. Misal membuat cerpen, mulanya saya tulis tangan di sebuah lembaran kertas, kemudian saya bawa ke Balaidesa Kelurahan Sekayu. Karena di sanalah satu-satunya yang mempunyai mesin ketik,” ujar wanita bernama lengkap Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin, belum lama ini.


RUMAH PENDIDIKAN SCIENA MADANI

 
Support : Creating Website | Johny Template | Present By
Copyright © 2011. RUMAH PENDIDIKAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger