Sajak-Sajak Lukni Maulan
Kopi Untuk Malaikat
Di Gelap PerawanDi gelap perawan
Wanita bercadar hitam keluar
Membawa sebongkok rindu bulan
Berharap ditemani bintang dan rembulan
Di gelap perawan
Di pojok tempat mangkal
Menawarkan makan siap hiding
Dengan modal senyuman
Serta merah lipstick pada bibir
Di gelap perawan
Ada yang menunggu di tengah malam
Dapat mangsa jangan lepaskan
Rayuan pohon randu menghisap
Telinga hitam anyir piker
Di gelap perawan
Ada materai pada sebuah lembar
Warna merah bergambar
Bisu udara dingin merana
Pojok atap bamboo asyik bercumbu
Di gelap perawan
Selamat malam
Mimpi indah dalam pelukan (21/3/2006)
Saa Kau KetukSaat kau ketuk nada do
Dosamu begitu besar
Ketika kau ketuk nada re
Rizekimu begitu melimpah
Ketika kau ketuk nada Fa
Fana menjadi kehidupanmu
Ketika kau ketuk nada sol
Solatmu begitu berantakan
Ketika kau ketuk nada la
Lalai semua tanggung jawabmu
Ketika kau ketuk nada si
Siapa yang kan menyelamatkanmu
Aku mendengar dentigan nada do
Doaku hanya ingin bersujud di hadapmu 6/10/2007)
Kopi Untuk Malaikat
aku buatkan kopi panas untukmu
wahai malaikat penyabut nyawa
walaupun jibril telah berpesan
pada waktu itu…
hati-hatilah kamu menghitung hari
setelah aku berfikir
aku tak sanggup berkata
tapi…
kira-kira berapa amal akhiratku
apa yang sudah aku perbuat
kopi panas untuk malaikat
tunggu akau satu hari lagi
akau akan bertaubat
kalaupun aku hitam
hati membara merah
kabut berselimut
kopi panas untuk malaikat
aku akan berpesan
sampaikan sayangku pada tuhanmu
NEGERI TROPIS
berdiam diri di garis katulistiwa
memegang bendera berani dan suci
membujur telanjang di negeri tropis
kaya segala yang tertanam akan tumbuh
dari sana hingga ke ujung
namun hari ini belum menemui
kesejukkan surgawi
ketemunya hanya neraka bakti
terus di tindas serta caci maki
karena hasil negeri ini
di hisap puting berkursi
koruptor jadi idola negeri
sanjuggan untuk pejuang
melawan tindak penindasan
hilangkan jejak purba kala
genggam erat satu dalam resolusi
kembali tunjukan revolusi
Iblis Pecinta
di surau aku bermunajat demi cinta
engkau jauh tak terlihat
karena engkau penyejuk hatiku
karena engkau adalah tuhan perindu
aku ingin menjadi burung
terbang melintasi ruang dan waktu
aku ingin menjadi awan
menutupi panas gerak laguku
tuhan…
tuhan…
aku memohon
aku pinta belas kasihmu
hapus semua dosaku
aku tak ingin menjadi iblis
aku hanya mengabdi kepadamu
detik ini akau masih manusia
bagaimana setelah ini…
Wanita bercadar hitam keluar
Membawa sebongkok rindu bulan
Berharap ditemani bintang dan rembulan
Di gelap perawan
Di pojok tempat mangkal
Menawarkan makan siap hiding
Dengan modal senyuman
Serta merah lipstick pada bibir
Di gelap perawan
Ada yang menunggu di tengah malam
Dapat mangsa jangan lepaskan
Rayuan pohon randu menghisap
Telinga hitam anyir piker
Di gelap perawan
Ada materai pada sebuah lembar
Warna merah bergambar
Bisu udara dingin merana
Pojok atap bamboo asyik bercumbu
Di gelap perawan
Selamat malam
Mimpi indah dalam pelukan (21/3/2006)
Saa Kau KetukSaat kau ketuk nada do
Dosamu begitu besar
Ketika kau ketuk nada re
Rizekimu begitu melimpah
Ketika kau ketuk nada Fa
Fana menjadi kehidupanmu
Ketika kau ketuk nada sol
Solatmu begitu berantakan
Ketika kau ketuk nada la
Lalai semua tanggung jawabmu
Ketika kau ketuk nada si
Siapa yang kan menyelamatkanmu
Aku mendengar dentigan nada do
Doaku hanya ingin bersujud di hadapmu 6/10/2007)

Posting Komentar